Angin malam yang berembus di kawasan Batu Raya seolah menjadi saksi bagaimana sekat-sekat kecanggungan perlahan luruh. Di sudut-sudut Villa Sea, tawa dan diskusi membaur menjadi satu, menghangatkan udara tanggal 9 hingga 10 Mei 2026 yang cukup dingin. Hari itu, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMP PGMI) tidak hanya menjalankan rutinitas program kerja tahunan, melainkan sedang menanam benih-benih kekeluargaan.
Malam Keakraban (Makrab) dan Upgrading ini lahir dari sebuah kesadaran kolektif kolektif periode 2026/2027. Mereka menyadari, sebuah roda organisasi kemahasiswaan tak akan bisa berputar kencang jika porosnya tidak saling terikat kuat. Oleh karena itu, seluruh mahasiswa PGMI angkatan 2024 dan 2025, dihadirkan di bawah satu atap yang sama. Tujuannya menjangkau lebih dari sekedar perkenalan, ini tentang melarutkan ego, merekatkan jarak antara junior dan senior, serta menyelaraskan pembacaan visi dan misi.
Namun, jika ada yang mengira bahwa akhir pekan di villa ini hanya sekedar pengungsi dari penatnya tumpukan tugas akademik, mereka salah. Di sela-sela refreshing dan senda gurau yang memecah keheningan malam, terselip keseriusan. Dua materi esensial disuguhkan sebagai fondasi utama perbaikan. antropologi kampus dan manajemen organisasi yang sangat diperlukan pada periode awal ini. Acara ini seakan menjelma menjadi oase, menyegarkan pikiran sekaligus memberi nutrisi bagi ruang intelektual siswa.
“Sebuah organisasi yang sehat dibangun di atas kesadaran, bukan paksaan.”
Prinsip itulah yang menjiwai seluruh rangkaian kegiatan. Langkah kaki menuju Villa Sea adalah langkah yang didasari kelapangan dada. Tidak ada surat peringatan bagi mereka yang memilih absen, tidak ada pula konsekuensi yang mengekang.
Panitia sangat memahami bahwa setiap individu memproses pengalaman dengan cara yang berbeda. Dampak dari dua hari ini mungkin tak langsung terlihat wujudnya, namun ia meresap perlahan ke dalam cara setiap anggota memandang organisasinya. Ini adalah ruang belajar terbuka untuk mengenal lebih jauh dalam arti sebuah solidaritas.
Ketika matahari kembali meninggi keesokan harinya, pengurus fun game dan raker untuk kegiatan satu tahun kedepannya. setelahnya rombongan bersiap untuk pulang, ada yang sengaja ditinggalkan di Villa Sea, namun ada pula harta berharga yang dibawa pulang. Yang ditinggalkan adalah jarak dan kecanggungan, sementara yang dibawa pulang adalah sebuah ikatan baru, bekal tak ternilai untuk membangun HMP PGMI yang jauh lebih kokoh, hidup dan berdaya di masa depan.

Comments
Post a Comment