Skip to main content

HMP PAI UNUBA Program Kerja Yang Siap Cetak Mahasiswa Berprestasi Lewat Program Digital Berbasis Aswaja


 
Trawas – Di bagian bumi bagian dingin, tepatnya di Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto menjadi Saksi bisu tempat berlangsungnya acara Malam Keakraban (Makrab) yang digabung dengan Upgrading dan Rapat Kerja (Raker) oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA). Arifin, selaku Koordinator Riset & Pengembangan sekaligus Manajer SC, mengungkapkan bahwa acara ini dibuat agar para pengurus baru bisa saling akrab, satu visi, dan tidak bingung lagi mengenai arah tujuan organisasi ke depan. Mengusung tema pemanfaatan teknologi digital yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam Aswaja, HMP PAI ingin memulai babak baru organisasi yang lebih keren dan tertata.


"Ada yang berbeda pada makrab tahun ini Jika tahun lalu keakraban dibangun melalui konsep prank (jebakan), kali ini panitia memilih pendekatan yang lebih bersahabat demi kenyamanan mental para pengurus baru" ujar Arifin. HMP PAI juga membuat gebrakan dengan memberikan Surat Keputusan (SK) resmi dari Ketua HMP bagi para panitia agar pengalaman mereka lebih diakui. Terobosan ini dibuat bukan tanpa alasan, tetapi berdasarkan survei internal, minat mahasiswa PAI untuk berorganisasi ternyata sangat rendah, karena keterbatasan fasilitas seperti laptop dan internet. Untuk mengatasinya, HMP-PAI langsung tancap gas membuat program pemetaan bakat agar potensi siswa yang terpendam bisa langsung diasah dan dikirim ke lomba tingkat nasional.


Dalam rapat kerja tersebut, setiap divisi juga menyepakati target kerja yang sangat jelas. Divisi Religi akan membuat podcast keagamaan bulanan, Divisi Public Relations siap menggelar ceramah seru berjudul "Mahasiswa PAI Talk" untuk membahas dampak AI, Divisi Minat Bakat menargetkan 30 sertifikasi prestasi nasional, dan Divisi Riset siap meluncurkan Laboratorium Inkubasi Jurnal untuk membantu mahasiswa menerbitkan 5 artikel ilmiah setiap bulannya. Meski sempat terkendala jadwal yang bertabrakan dengan acara kampus dan kehadiran pengurus angkatan 25 yang belum penuh, Arifin bersyukur acara tetap sukses berkat diskusi yang adil. Ia berharap kepengurusan kali ini bisa terus berjalan maju, kompak, dan prestasinya bisa diukur dengan jelas.

Comments

top tier

IAI NU Bangil Gelar KKN, 150 Mahasiswa Siap Mengabdi di Desa

Foto: Civitas kampus dan Mahasiswa KKN yang akan diberangkatkan. Bangil, 25 Februari 2025– IAINU Bangil kembali melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Acara pembukaan KKN yang dihadiri oleh 150 mahasiswa ini dilaksanakan pada Selasa, 25 Februari 2025, di halaman kantor PC NU Bangil dan dibuka oleh Bu Yumna, salah satu civitas kampus. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini menyampaikan bahwa para mahasiswa akan dibagi ke dalam enam kelompok untuk melaksanakan KKN di beberapa desa yang telah ditentukan. Bu Yumna yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III IAINU Bangil mengatakan, “Mahasiswa dibagi menjadi 6 kelompok, dengan setiap terdiri kelompok dari sekitar 17 hingga 20 mahasiswa. Harapannya, dengan pembagian kelompok ini, mereka dapat bersinergi dan mengembangkan kemampuan mereka di desa-desa yang menjadi lokasi pengabdian.” Kelompok-kelompok tersebut akan melaksanakan KKN di sejumlah desa, yaitu Pulokerto, Selotambak, dan ...

Jejak Kebersamaan KKN Kelompok 5 Desa Sebandung

Tim PJM yang telah menerima informasi tentang penutupan masa pengabdian KKN di Sebandung, segera mengirimkan satu tim untuk bergabung dengan kegiatan tersebut. Jaya, selaku peserta KKN, telah menghubungi kami jauh-jauh hari lewat pesan WhatsApp, "Senin besok, KKN di Sebandung akan melakukan penutupan. Monggo kalau pihak PJM berkenan bergabung untuk meliput dan mengirim beberapa anak yang ingin belajar membuat berita, bisa berangkat bareng sama IBANA yang akan mengisi pra-acara di kegiatan kami." Pada pukul 14.00, tim kami berangkat bersama IBANA dari base camp PMII KOMPANA. PJM mengirimkan 4 utusan, sementara IBANA berjumlah 6 orang. Perjalanan yang memakan waktu hampir setengah jam tidak mengurangi semangat kami untuk menghadiri pengajian umum dan gebyar Ramadhan yang sudah dinanti-nanti. Sesampainya di Sebandung, kami langsung disambut oleh Jaya, yang menjadi sie acara di acara tersebut. Kami diarahkan ke ruangan tempat mereka menginap untuk mempersiapkan diri. Balai Desa y...

MENGGALI POTENSI DESA DAYUREJO: DARI KOPI EXCELSA, SINERGI PEMUDA, HINGGA REVITALISASI BUDAYA

Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa sering kali menjadi katalisator bagi pengembangan potensi lokal. Hal ini tercermin dari kiprah KKN Kelompok 5 di Desa Dayurejo. Nabil, selaku Koordinator Desa (Kordes), memaparkan bahwa program unggulan mereka berpusat pada pemanfaatan lahan serta pemberdayaan petani kopi di wilayah tersebut. Mengangkat Pamor Kopi Excelsa ke permukaan Fokus utama pengabdian KKN Kelompok 5 adalah mendongkrak potensi kopi lokal, khususnya jenis Excelsa yang kini tengah naik daun dan tumbuh subur di dataran Lereng Gunung Arjuna dan Gunung Ringgit. Mahasiswa KKN mengambil peran strategis sebagai fasilitator yang menjembatani petani desa dengan para penggiat kopi dan pemilik kafe di Malang. Melalui sinergi ini, petani dapat menjual green bean langsung ke pelaku usaha kopi yang nantinya akan menyangrai (memanggang) biji tersebut sesuai standar masing-masing. Di Dayurejo, perputaran ekonomi kopi digerakkan oleh tiga tengkulak utama yang memiliki ciri...