Skip to main content

MAKRAB HMP-PAI: Kala Dingin Puncak Trawas Memantik Nalar Digital, Mengakar dengan Aswaja, Berlayar di Arus Algoritma

 

MOJOKERTO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (HMP-PAI UNUBA) menggelar Malam Keakraban (Makrab) yang disulap menjadi ruang dialektika digital bertajuk "Mengakar dengan Aswaja, Berlayar di Arus Algoritma" di sebuah villa kawasan Puncak Trawas, Mojokerto, pada 5–6 Juni 2026. Diikuti oleh fungsionaris organisasi dan berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Podcast Jurnalistik Mahasiswa (UKM PJM), forum diskusi yang berlangsung mulai pukul 16.30 WIB ini menghadirkan Mas Haikal sebagai salah satu pemateri. Diskusi mendalam ini sengaja diinisiasi untuk merespons kegelisahan akademis mengenai rendahnya literasi digital mahasiswa dalam mengelola media sosial, sekaligus menguji kesiapan moral generasi muda NU dalam menghadapi ekspansi Artificial Intelligence (AI).

Dalam sesi wawancara eksklusif bersama UKM PJM di sudut belakang vila, Mas Haikal mengkritik tajamnya realitas mahasiswa saat ini yang masih minim terpapar pengetahuan dasar terkait pengetahuan bagaimana mengelola dan bagaimana mengembangkan media sosial di era ini. Padahal, keseriusan mengelola ruang digital melalui riset pasar dan pemetaan audiens dapat diubah menjadi portofolio pengembangan diri (pengembangan diri) yang jauh lebih bernilai daripada sekadar angka indeks prestasi. “Jangan dikira tidak ada manfaat yang bisa diambil dari kamu mengelola atau mengelola media sosial. Jika serius, itu bisa jadi portofolio, riset pasar, dan semacamnya yang menjadi nilai tambah; jadi kita tidak hanya melulu mengandalkan lulusan dengan IPK,” tegas Mas Haikal. Beliau juga menambahkan bahwa di tengah perkembangan teknologi yang masif, pilihan bagi Gen-Z hanya ada dua: "Kamu mau adaptif dan inovatif, atau tidak?"

Lebih lanjut, Mas Haikal membedah rekontekstualisasi doktrin teologis Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah) yang memiliki kaidah sholih likulli makan wa zaman agar mampu menjinakkan rumusan dinginnya algoritma melalui peran nyata siswa sebagai muslih (pembaru). Di tengah masifnya tantangan AI, etika pendidikan (Ethical AI in Education) harus dibentengi secara mandiri melalui independensi sikap tawazzun (seimbang) dan tasamuh (toleran), mengingat implementasi kebijakan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) di Indonesia belum terdistribusi secara luas dan efektif. Jadi lagi-lagi, kita pelajari sendiri, dari situ baru kita bisa adaptasi dari etika AI yang sudah ada di negara-negara maju,” menghasilkan tajam sekaligus berakhirnya diskusi makrab yang sukses meruntuhkan sekat kaku antara ilmu agama tradisional dan teknologi kontemporer tersebut.

Comments

top tier

IAI NU Bangil Gelar KKN, 150 Mahasiswa Siap Mengabdi di Desa

Foto: Civitas kampus dan Mahasiswa KKN yang akan diberangkatkan. Bangil, 25 Februari 2025– IAINU Bangil kembali melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Acara pembukaan KKN yang dihadiri oleh 150 mahasiswa ini dilaksanakan pada Selasa, 25 Februari 2025, di halaman kantor PC NU Bangil dan dibuka oleh Bu Yumna, salah satu civitas kampus. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini menyampaikan bahwa para mahasiswa akan dibagi ke dalam enam kelompok untuk melaksanakan KKN di beberapa desa yang telah ditentukan. Bu Yumna yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III IAINU Bangil mengatakan, “Mahasiswa dibagi menjadi 6 kelompok, dengan setiap terdiri kelompok dari sekitar 17 hingga 20 mahasiswa. Harapannya, dengan pembagian kelompok ini, mereka dapat bersinergi dan mengembangkan kemampuan mereka di desa-desa yang menjadi lokasi pengabdian.” Kelompok-kelompok tersebut akan melaksanakan KKN di sejumlah desa, yaitu Pulokerto, Selotambak, dan ...

Jejak Kebersamaan KKN Kelompok 5 Desa Sebandung

Tim PJM yang telah menerima informasi tentang penutupan masa pengabdian KKN di Sebandung, segera mengirimkan satu tim untuk bergabung dengan kegiatan tersebut. Jaya, selaku peserta KKN, telah menghubungi kami jauh-jauh hari lewat pesan WhatsApp, "Senin besok, KKN di Sebandung akan melakukan penutupan. Monggo kalau pihak PJM berkenan bergabung untuk meliput dan mengirim beberapa anak yang ingin belajar membuat berita, bisa berangkat bareng sama IBANA yang akan mengisi pra-acara di kegiatan kami." Pada pukul 14.00, tim kami berangkat bersama IBANA dari base camp PMII KOMPANA. PJM mengirimkan 4 utusan, sementara IBANA berjumlah 6 orang. Perjalanan yang memakan waktu hampir setengah jam tidak mengurangi semangat kami untuk menghadiri pengajian umum dan gebyar Ramadhan yang sudah dinanti-nanti. Sesampainya di Sebandung, kami langsung disambut oleh Jaya, yang menjadi sie acara di acara tersebut. Kami diarahkan ke ruangan tempat mereka menginap untuk mempersiapkan diri. Balai Desa y...

MENGGALI POTENSI DESA DAYUREJO: DARI KOPI EXCELSA, SINERGI PEMUDA, HINGGA REVITALISASI BUDAYA

Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa sering kali menjadi katalisator bagi pengembangan potensi lokal. Hal ini tercermin dari kiprah KKN Kelompok 5 di Desa Dayurejo. Nabil, selaku Koordinator Desa (Kordes), memaparkan bahwa program unggulan mereka berpusat pada pemanfaatan lahan serta pemberdayaan petani kopi di wilayah tersebut. Mengangkat Pamor Kopi Excelsa ke permukaan Fokus utama pengabdian KKN Kelompok 5 adalah mendongkrak potensi kopi lokal, khususnya jenis Excelsa yang kini tengah naik daun dan tumbuh subur di dataran Lereng Gunung Arjuna dan Gunung Ringgit. Mahasiswa KKN mengambil peran strategis sebagai fasilitator yang menjembatani petani desa dengan para penggiat kopi dan pemilik kafe di Malang. Melalui sinergi ini, petani dapat menjual green bean langsung ke pelaku usaha kopi yang nantinya akan menyangrai (memanggang) biji tersebut sesuai standar masing-masing. Di Dayurejo, perputaran ekonomi kopi digerakkan oleh tiga tengkulak utama yang memiliki ciri...