Skip to main content

Nasib Mahasiswa Terkatung-katung, BEM UNUBA Ngadu ke DPC PERADI Bangil

 


PASURUAN – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (BEM UNUBA) mendatangi kantor Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC PERADI) Bangil, Kabupaten Pasuruan, pada Senin (15/6/2026). Kedatangan mereka bertujuan untuk mengobarkan konflik internal yayasan kampus yang hingga kini belum menemukan titik terang.

Ketua BEM UNUBA, Amirul Falah, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk melindungi kondisi mendalam kampus. Menurutnya, jika problematika di internal yayasan terus dibiarkan berlarut-larut tanpa ada kepastian hukum dan manajerial, maka mahasiswalah yang akan menjadi korban paling dirugikan.
Jikalau masalah internal yayasan ini terus berlarut-larut, nasib malang akan terus membelenggu pelajar. Hak-hak kami untuk mendapatkan pendidikan yang stabil dan berkepastian hukum menjadi taruhannya,” ujar Amirul Falah dengan nada khawatir.

Kehadiran pengurus BEM UNUBA di Kantor PERADI yang berlokasi strategis sekitar 100 meter di sebelah barat perempatan Kancil Mas, Bangil disambut hangat oleh tiga pimpinan DPC PERADI Bangil.

Salah satu pimpinan yang menerima audiensi tersebut adalah H. Fahmi Almusaowah, SH Sosok advokat senior ini dikenal luas sebagai kuasa hukum dari H. Shobri Sutryono (Ketua Tanfidziah PCNU Bangil periode 2019–2025) yang juga merupakan salah satu pembina di lingkungan institusi tersebut.

Selain mendengarkan keluh kesah mahasiswa, pihak PERADI Bangil juga menunjukkan kepeduliannya terhadap peningkatan kapasitas akademik mahasiswa UNUBA. Dalam pertemuan tersebut, PERADI menawarkan sebuah program unggulan berupa kesempatan magang langsung di kantor hukum mereka. Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa di tengah situasi kampus yang tidak menuntu. Kendati demikian, teknis dan detail mengenai program magang ini rencananya akan dibahas lebih mendalam pada pertemuan di waktu lain.

Comments

top tier

IAI NU Bangil Gelar KKN, 150 Mahasiswa Siap Mengabdi di Desa

Foto: Civitas kampus dan Mahasiswa KKN yang akan diberangkatkan. Bangil, 25 Februari 2025– IAINU Bangil kembali melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Acara pembukaan KKN yang dihadiri oleh 150 mahasiswa ini dilaksanakan pada Selasa, 25 Februari 2025, di halaman kantor PC NU Bangil dan dibuka oleh Bu Yumna, salah satu civitas kampus. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini menyampaikan bahwa para mahasiswa akan dibagi ke dalam enam kelompok untuk melaksanakan KKN di beberapa desa yang telah ditentukan. Bu Yumna yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III IAINU Bangil mengatakan, “Mahasiswa dibagi menjadi 6 kelompok, dengan setiap terdiri kelompok dari sekitar 17 hingga 20 mahasiswa. Harapannya, dengan pembagian kelompok ini, mereka dapat bersinergi dan mengembangkan kemampuan mereka di desa-desa yang menjadi lokasi pengabdian.” Kelompok-kelompok tersebut akan melaksanakan KKN di sejumlah desa, yaitu Pulokerto, Selotambak, dan ...

Jejak Kebersamaan KKN Kelompok 5 Desa Sebandung

Tim PJM yang telah menerima informasi tentang penutupan masa pengabdian KKN di Sebandung, segera mengirimkan satu tim untuk bergabung dengan kegiatan tersebut. Jaya, selaku peserta KKN, telah menghubungi kami jauh-jauh hari lewat pesan WhatsApp, "Senin besok, KKN di Sebandung akan melakukan penutupan. Monggo kalau pihak PJM berkenan bergabung untuk meliput dan mengirim beberapa anak yang ingin belajar membuat berita, bisa berangkat bareng sama IBANA yang akan mengisi pra-acara di kegiatan kami." Pada pukul 14.00, tim kami berangkat bersama IBANA dari base camp PMII KOMPANA. PJM mengirimkan 4 utusan, sementara IBANA berjumlah 6 orang. Perjalanan yang memakan waktu hampir setengah jam tidak mengurangi semangat kami untuk menghadiri pengajian umum dan gebyar Ramadhan yang sudah dinanti-nanti. Sesampainya di Sebandung, kami langsung disambut oleh Jaya, yang menjadi sie acara di acara tersebut. Kami diarahkan ke ruangan tempat mereka menginap untuk mempersiapkan diri. Balai Desa y...

MENGGALI POTENSI DESA DAYUREJO: DARI KOPI EXCELSA, SINERGI PEMUDA, HINGGA REVITALISASI BUDAYA

Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa sering kali menjadi katalisator bagi pengembangan potensi lokal. Hal ini tercermin dari kiprah KKN Kelompok 5 di Desa Dayurejo. Nabil, selaku Koordinator Desa (Kordes), memaparkan bahwa program unggulan mereka berpusat pada pemanfaatan lahan serta pemberdayaan petani kopi di wilayah tersebut. Mengangkat Pamor Kopi Excelsa ke permukaan Fokus utama pengabdian KKN Kelompok 5 adalah mendongkrak potensi kopi lokal, khususnya jenis Excelsa yang kini tengah naik daun dan tumbuh subur di dataran Lereng Gunung Arjuna dan Gunung Ringgit. Mahasiswa KKN mengambil peran strategis sebagai fasilitator yang menjembatani petani desa dengan para penggiat kopi dan pemilik kafe di Malang. Melalui sinergi ini, petani dapat menjual green bean langsung ke pelaku usaha kopi yang nantinya akan menyangrai (memanggang) biji tersebut sesuai standar masing-masing. Di Dayurejo, perputaran ekonomi kopi digerakkan oleh tiga tengkulak utama yang memiliki ciri...