Skip to main content

Esensi Acara Safari Ramadhan di Kedungbanteng

 










Pasuruan, 12 Maret 2025 - Sebagai bentuk rasa syukur di bulan suci ramadhan, Pengurus NU Cabang Bangil menggelar acara Safari Ramadhan di bawah naungan LDNU (Lembaga Dakwah Nahdlatul 'Ulama).

Tepatnya di Masjid Baitul Muttaqin Dusun Karangan RT 02 RW 03, Desa Kedungbanteng, Kec. Rembang Kab. Pasuruan. "Acara di buka dengan penampilan isyhari dari pengurus ranting Kedungbanteng, dilanjut sambutan-sambutan dan penyerahan koin NU secara simbolis, Untuk pembangunan jembatan di Sembon Utara. Acara ini biasanya di ikuti oleh seluruh BANOM NU". Ucap Cak Dimyati, Selaku MC pada acara tersebut.

Pak Moh. Bahri, Selaku RT dari Dusun sebelah mengatakan "Menurut saya acara ini sangat bagus, karena menambah faham ASWAJA. Masyarakat sangat antusias dengan acara ini, sayangnya kondisi hujan saat ini sangat deras alhasil masyarakat tidak banyak yang mengikuti acara".

Acara safari ramadhan yang di gelar di masjid Baitul Muttaqin ini dikarenakan syi'ar dari pengurus NU, Guna menggerus aliran LDII yang mulai mengembangkan sayapnya di 150m selatan masjid Baitul Muttaqin.I

"Ini merupakan acara yang sangat bagus dan di gelar setiap tahunnya, harapan saya setelah diadakannya acara ini semoga Kepengurusan NU semakin berkembang dan solid". Imbuh Cak Salim, selaku BANSER setempat.  

Cak Muhdor, Salah satu pengurus ANSOR di desa ini menambahkan "Bahwa acara ini juga merupakan program kita, yang mana acara safari ramadhan ini diadakan sebanyak empat kali di bulan suci ramadhan".

Comments

top tier

IAI NU Bangil Gelar KKN, 150 Mahasiswa Siap Mengabdi di Desa

Foto: Civitas kampus dan Mahasiswa KKN yang akan diberangkatkan. Bangil, 25 Februari 2025– IAINU Bangil kembali melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Acara pembukaan KKN yang dihadiri oleh 150 mahasiswa ini dilaksanakan pada Selasa, 25 Februari 2025, di halaman kantor PC NU Bangil dan dibuka oleh Bu Yumna, salah satu civitas kampus. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini menyampaikan bahwa para mahasiswa akan dibagi ke dalam enam kelompok untuk melaksanakan KKN di beberapa desa yang telah ditentukan. Bu Yumna yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III IAINU Bangil mengatakan, “Mahasiswa dibagi menjadi 6 kelompok, dengan setiap terdiri kelompok dari sekitar 17 hingga 20 mahasiswa. Harapannya, dengan pembagian kelompok ini, mereka dapat bersinergi dan mengembangkan kemampuan mereka di desa-desa yang menjadi lokasi pengabdian.” Kelompok-kelompok tersebut akan melaksanakan KKN di sejumlah desa, yaitu Pulokerto, Selotambak, dan ...

Jejak Kebersamaan KKN Kelompok 5 Desa Sebandung

Tim PJM yang telah menerima informasi tentang penutupan masa pengabdian KKN di Sebandung, segera mengirimkan satu tim untuk bergabung dengan kegiatan tersebut. Jaya, selaku peserta KKN, telah menghubungi kami jauh-jauh hari lewat pesan WhatsApp, "Senin besok, KKN di Sebandung akan melakukan penutupan. Monggo kalau pihak PJM berkenan bergabung untuk meliput dan mengirim beberapa anak yang ingin belajar membuat berita, bisa berangkat bareng sama IBANA yang akan mengisi pra-acara di kegiatan kami." Pada pukul 14.00, tim kami berangkat bersama IBANA dari base camp PMII KOMPANA. PJM mengirimkan 4 utusan, sementara IBANA berjumlah 6 orang. Perjalanan yang memakan waktu hampir setengah jam tidak mengurangi semangat kami untuk menghadiri pengajian umum dan gebyar Ramadhan yang sudah dinanti-nanti. Sesampainya di Sebandung, kami langsung disambut oleh Jaya, yang menjadi sie acara di acara tersebut. Kami diarahkan ke ruangan tempat mereka menginap untuk mempersiapkan diri. Balai Desa y...

MENGGALI POTENSI DESA DAYUREJO: DARI KOPI EXCELSA, SINERGI PEMUDA, HINGGA REVITALISASI BUDAYA

Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa sering kali menjadi katalisator bagi pengembangan potensi lokal. Hal ini tercermin dari kiprah KKN Kelompok 5 di Desa Dayurejo. Nabil, selaku Koordinator Desa (Kordes), memaparkan bahwa program unggulan mereka berpusat pada pemanfaatan lahan serta pemberdayaan petani kopi di wilayah tersebut. Mengangkat Pamor Kopi Excelsa ke permukaan Fokus utama pengabdian KKN Kelompok 5 adalah mendongkrak potensi kopi lokal, khususnya jenis Excelsa yang kini tengah naik daun dan tumbuh subur di dataran Lereng Gunung Arjuna dan Gunung Ringgit. Mahasiswa KKN mengambil peran strategis sebagai fasilitator yang menjembatani petani desa dengan para penggiat kopi dan pemilik kafe di Malang. Melalui sinergi ini, petani dapat menjual green bean langsung ke pelaku usaha kopi yang nantinya akan menyangrai (memanggang) biji tersebut sesuai standar masing-masing. Di Dayurejo, perputaran ekonomi kopi digerakkan oleh tiga tengkulak utama yang memiliki ciri...